Misteri Sianida di Tubuh Mirna Akhirnya Terjawab. Ternyata Ini Penyebabnya

77

Ahli toksikologi dari Australia, Michael David Robertson, mengatakan jika tidak ada bukti sianida masuk melalui mulut.

wayan-mirna-salihin_20160919_225755

Ia memperoleh data dari tim penasehat hukum Jessica Kumala Wongso, dan menurutnya dari data tersebut tak ditemukan  zat sianida di sampel cairan lambung yang diambil setelah 70 menit kematian.

Sianida itu ada sebanyak 0.2 miligram per liter di cairan lambung Mirna setelah 3 hari kematian.

“Namun, setelah 3 hari positif, bisa terjadi karena proses kematian yang terjadi dalam tubuh. Jika sianida ada saat kematian, maka harusnya positif di keduanya, bukan hanya di salah satunya,” ujar Michael di persidangan kasus pembunuhan Mirna di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016), seperti dilansir Tribunnews.com.

Menurutnya, jika seseorang meninggal karen mengonsumsi sianida dalam dosis yang mematikan, maka sianida itu akan ditemukan di lambung.

Jadi, seharusnya di tubuh Mirna ditemukan sianida di lambung dalam dosis yang besar.

“Kita bisa cek kadar sianida dalam lambung dan apabila ditemukan di paru-paru, tetapi tidak di lambung maka ini terhirup. Tetapi di bagian tubuh lain bisa ada sianida karena dua hal tersebut. Harus sampai ke otak dan seluruh tubuh,” kata dia.

Ahli toksikologi dari Australia, Michael David Robertson, mengatakan jika ingin menganalisa proses kematian Wayan Mirna Salihin, maka harus dilihat bagaimana cara pengujian, tetapi karena dia tidak menyaksikan cara pengujian, maka dia hanya berdasarkan pendapat.

Lanjut Membaca di Halaman Selanjutnya >>

1
2
SHARE

JANGAN LEWATKAN INI JUGA.....

loading...